Breaking News
Ilustrasi kedekatan ayah dan anak

Ayah Tak Menyusuimu, Tapi Tetesan Keringatnya Menjadi Air Susu yang Membesarkanmu

Ilustrasi kedekatan ayah dan anak
Ilustrasi kedekatan ayah dan anak

thayyibah.com :: Seringkali kita menganggap ayah kita adalah bentuk tegar serta tak pernah menangis. bentuk yang tidak pernah bersedih terlebih lagi tak bisa jadi bersedih. namun apakah benar benar sama itu?. pembaca sholihah yang budiman, mari ikuti satu tulisan renungan yang akan membikin kita lekas ingin memeluk ayah kita.

Bisa jadi bunda lebih sering menelpon buat bertanya kondisiku setiap hari, namun apakah saya ketahui, bila sesungguhnya ayahlah yang menegaskan bunda buat meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. namun apakah saya tau bila saat ayah kembali bekerja dengan muka yang lelah ayahlah yang selalu bertanya apa yang saya lakoni sepanjang hari, meskipun dia tak bertanya langsung kepadaku karna saking letihnya mencari nafkah serta melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Di kala saya sakit demam, ayah membentakku “sudah diberitahu, jangan minum es! ” lantas saya merengut menghindari ayahku serta menangis didepan bunda.

Namun apakah saya ketahui bila ayahlah yang gelisah dengan kondisiku, sampai dia hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Saat saya menjadi anak muda, saya memohon izin buat keluar malam. ayah dengan tegas menyampaikan “tidak bisa! ”sadarkah saya, bila ayahku hanya ingin melindungi saya, dia lebih kenali dunia luar, di banding saya ditambah lagi ibuku?

karna untuk ayah, saya adalah satu yang sangat berharga. di kala saya sudah dipercayai olehnya, ayah juga melonggarkan peraturannya.

Sampai kadangkala saya melanggar kepercayaannya. ayahlah yang setia menanti saya diruang tamu dengan kerasa sangat gelisah, terlebih lagi hingga menyuruh bunda buat mengontak beberapa temannya buat menanyakan kondisiku,

”dimana, serta lagi apa saya di luar situ. ”

Setelah saya berusia, walaupun bunda yang mengantar saya ke sekolah buat belajar, namun tahu kah saya, bila ayahlah yang menyampaikan : bunda, temanilah anakmu, saya pergi mencari nafkah dahulu buat kita bersamaan.

Di kala saya merengek membutuhkan ini – itu, buat keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, dia memenuhinya, serta cuma memikirkan, kemana saya harus mencari uang ekstra, sementara itu gajiku pas – pasan serta sudah tak ada lagi tempat buat meminjam.

Di kala saya berjaya. Ayah adalah orang kesatu yang berdiri serta bertepuk tangan untukku. ayahlah yang mengabari sanak kerabat, ”anakku saat ini berhasil. ” meskipun kadangkala saya hanya bisa membelikan baju koko itu juga cuma setahun sekali. ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tak kalah dengan doanya bunda, hanya kelainannya ayah simpan doa itu dalam hatinya. hingga saat nanti saya membuat jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Serta kesimpulannya, di kala ayah melihatku duduk di atas pelaminan bersamaan pasanganku, ayahpun tersenyum suka. lantas sempatkah saya memergoki, bila ayah pernah pergi ke balik serta menangis? ayah menangis karna ayah sangat suka. serta dia juga berdoa, “ya alloh, tugasku sudah selesai dengan baik. bahagiakanlah putra gadis kecilku yang manis bersamaan pendampingnya.

”pesan bunda ke anak buat seorang ayah”

Anakku..

Benar ayah tak mengandungmu,

Namun darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu…

Benar ayah tak melahirkanmu,

Benar ayah tak menyusuimu,

Namun dari keringatnyalah setiap tetesan yang jadi air susumu…

nak…

Ayah benar tak menjagaimu setiap dikala,

Namun tahu kah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…

Tangisan ayah bisa jadi tak pernah kau dengar karna ia ingin terlihat kokoh agar kau tak sangsi buat berlindung di lengannya serta dadanya saat kau merasa tak aman…

Dekapan ayahmu bisa jadi tak sehangat serta seerat ibu, karna kecintaanya ia cemas tak dapat melepaskanmu…

Ia ingin kau mandiri, agar saat kami tiada kau dapat mengalami semua seorang diri..

Ibu hanya ingin kau kenali nak..

Bila cinta ayah padamu sama besarnya dengan cinta bunda…

Anakku…

Jadi didirinya juga ada surga bagimu… hingga hormati serta sayangi ayahmu.

 

Sumber: Loveislam

About A Halia