Breaking News
Mbah Atmo, pedagang sapu itu. (Foto : brilio)

TRANSAKSI LANGIT, BERANI COBA? RASAKAN BEDANYA!

Mbah Atmo, pedagang sapu itu. (Foto : brilio)

Kita hidup di dunia kapitalis, bakhil mata duitan, semua hal harus bernilai uang. Ketika kita mengeluarkan uang, kita pun berharap mendapatkan ganti produk terbaik, pelayanan terbaik, hasil terbaik…

Jika tidak dapat yang terbaik, maka dengan mudahnya komplain, mencaci maki penjual, mencela pelayanan, kalau perlu bikin heboh di media sosial..

 Beli produk di mall atau Supermarket besar, maka kita dengan mudahnya setuju dengan harga yang ditawarkan.

Tidak perlulah nawar, bikin malu..

Emang orang susah…!

 Pokoknya beli produk ini itu.. Bayarrr!!

Tidak punya duit cash?

Kartu kredit dimainkan!

Urusan nyicil belakangan..

Urusan dosa riba bodo amat, bukan urusan!

 Semua diskonan dikejar, semua tawaran cicilan di-iyakan, merasa punya uang.

 Raja komplain!

Sekali kembalian kurang di minimarket 5 ribu saja, akan langsung mem-foto struknya, lalu upload di semua sosial media, tambahi dengan caci maki agar heboh disana-sini, sukuuur2 besok dapat kompensasi.

Semua harus kembali dalam hitungan uang..

Sistem Kapitalis yang melenakan dan tidak sadar menyempitkan hati, ketika memandang nilai dan harga..

 Cobalah sekarang, lupakan semua transaksi kapitalis yang memuakkan! Transaksi yang harus menguntungkan, mulailah menegakkan kepala, menengok ke kiri dan kanan, melepaskan sejauh mata memandang…

 Lihatlah itu…

Mbah Atmo Slamet, usianya sudah hampir 80 tahun masih memikul dagangannya, sapu ijuk, sapu lidi.

Kulitnya kotor menghitam, bajunya lusuh penuh lipatan.

 Tebak berapa harga satu buah sapu nya?

15 ribu!!

Salaaah…

20 ribu!!

Salaah…

25 ribu!!

Salaaaaah…aah…!

 Hei…, satu buah sapunya dijual 6.000 saja, dijajakan dengan memikul dari wilayah pinggiran yang berjarak belasan bisa puluhan kilometer dari dari rumah kita.

Jika satu sapu dia mendapat untung 1000, maka dia mendapatkan, dari 25 sapu yang dibawanya, dia dapat 25.000 sehari, itupun dengan catatan semua sapunya laku hari itu.

 Lihatlah sekeliling, ada buanyaaaak sekali mbah Atmo Slamet yang menjelma dengan banyak rupa..

 Datangi, kejar mereka wahai saudara2ku, tundukkan badanmu, rendahkan hatimu..

 Bertransaksilah dengan mereka langsung disaksikan langit..

Lupakan kualitas produk..

Lupakan soal cicilan dan harga promosi..

Lupakan soal layanan purna jual..

Bayarlah cash!

Langsung dari dompetmu..

Ambilah satu-dua dagangannya, bayarlah 10-20-30 kali lipat dari harganya..

Rasakan dahsyatnya ketika wajah tua itu memandangmu dengan mulut gemetar, bulir air mata yang tiba2 mengembang, lalu doa2 yang terucap ditumpahkan untuk dirimu..

 Jangan salahkan diri, ketika moment itu membuat air mata ikut mengembang, hati tergetar oleh rasa bahagia yang aneh dan belum pernah ada sebelumnya..

 Lalu melangkah pergi dengan hati yang puassss tak tertandingi…

Mengalahkan rasa puas usai disapa kasir cantik di mall, supermarket yang baunya wangi…

 

(Artikel diambil dari WAG tanpa menyebutkan nama dan sumber tulisan)

About Redaksi Thayyibah

Redaktur