Breaking News
PKS sasaran tembak radikalisme (Foto : Istimewa)

PKS, SASARAN TEMBAK UTAMA ISU RADIKALISME

Oleh: Tengku Zulkifli Usman (Analis Politik)

PKS sasaran tembak radikalisme (Foto : Istimewa)

 

Masih ingat apa kata mantan kepala BNPT yang dulu Ansyaad Mbai? Dia terang-terangan mengatakan bahwa PKS adalah odeologi yang merupakan embrio teroris.

Dan apa yang dikatakan kepala BNPT lama akan terus diaminkan oleh penerus-penerus dia di BNPT. Secara rahasia atau terbuka. BNPT adalah kanal resmi pemberantasan teroris di negara ini.

Kenapa sekolah jadi sasaran pengawasan? Karena menurut pemerintah, sekolah dan kampus adalah salah satu basis PKS.

Masih ingat polemik daftar kampus radikal versi pemerintah? Itu juga bagian dari operasi membatasi gerak PKS di kampus-kampus.

Kenapa Megawati menuding ada kementerian yang terpapar radikalisme? Karena kementerian-kementerian sering mengadakan pengajian yang diisi oleh ustadz-ustadz PKS melalui jalur Rohis-nya.

Kenapa kalangan liberal selalu berteriak bahwa kampus-kampus negeri di Indonesia terpapar radikalisme? Karena memang banyak kampus sekarang aktivisnya adalah aktivis tarbiyah-nya PKS yang sudah berjalan puluhan tahun.

Kenapa guru besar UIN kayak Azyumardi Azra pernah menyebutkan bahwa ada puluhan kampus di Indonesia sekarang dibawah paham radikalisme. Sasarannya sama.

Bahkan sekarang PAUD pun dikatakan terpapar isu radikalisme, karena semua yang berbau PKS dari PAUD, semua sekolah Islam Terpadu sudah masuk dalam daftar pengawasan.

Kita kembali ke hukum awal, bahwa Muslim ibadah dibiarkan, Muslim ekonomi diawasi, dan Muslim berpolitik, dihabisi. Skenario ini sedang dan sudah lama dijalankan. Tidak boleh ada partai Islam yang besar, atau kalau dia besar maka dipastikan partai Islam itu berhaluan liberalisme.

PKB dibiarkan besar, karena sudah dipastikan bahwa partai ini under control, toh kita tau semua PKB dengan bersembunyi dibalik kata nasionalisme, tapi elit-elit PKB baik yang kultural atau struktural sekarang banyak aktivis JIL.

PAN sekarang tidak terlalu diurus karena memang PAN sekarang sudah menjadi partai kecil bersama PPP. PAN bersama PPP saat ini adalah dua partai dengan perolehan suara paling kecil di Senayan hasil pemilu April 2019. PPP bahkan sudah berhasil dikecilkan sekecil-kecilnya. Saat ini kursi PPP di Senayan hanya 19 kursi dari 575 kursi DPR RI periode ini.

Kenapa PKS serius diawasi? Karena PKS adalah partai yang sedikit keras kepala dan hampir bisa dikatakan bisa tidak terkontrol kalau terus dibiarkan. Makanya skenario perpecahan PKS juga tidak luput dari misi ini, PKS pecah bagi seorang pengamat bukanlah hal normal dan wajar-wajar saja. Ada tangan intelijen dan tangan-tangan lain yang mendrive hal ini.

Kalau saja PKS tidak berbentuk sebuah parpol dan berbadan hukum seperti HTI, maka PKS juga sudah lama di-HTI-kan. Masih untung PKS adalah sebuah partai politik, jadi menghabisinya juga harus pelan-pelan gak bisa main bredel kayak ormas.

PKS masuk daftar utama sasaran isu politisasi radikalisme, ditambah lagi dengan sikap beberapa oknum PKS yang memang sangat konservatif yang semakin akan menguatkan dalil bahwa ini partai adalah radikal sejati.

PKS dianggap sebagai kanal yang punya legitimasi lebih bagi ormas model FPI, HTI dkk dalam menyalurkan aspirasinya dibandingkan partai partai Islam lainnya.

Saya tidak menulis berbagai teori politik dan teori konspirasi, karena orang awam akan sulit memahami nya, saya tulis ini dengan bahasa yang sangat sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan.

Maksud utama penguasa sekarang memblow up isu radikalisme adalah salah satunya menghambat partai Islam tumbuh terutama PKS. Apalagi sekarang posisi PKS jelas sebagai oposisi pemerintah. Agar 2024 tidak ada partai Islam yang kuat di Senayan.

Langkah inkonstitusional pemerintah model begini adalah melawan logika negara demokrasi, jualan radikalisme, kriminalisasi ulama dan oramas Islam, semua ini untuk melakukan diskriminasi terhadap anak bangsa. Ini adalah kejahatan demokrasi yang harus dilawan dengan keras.

PKS dan teman-teman partai Islam lain juga ormas Islam lain perlu sangat waspada, berhati-hati dalam bersikap dan memberikan statement. Hindari sikap-sikap konservatif yang menurut penguasa adalah bagian dari radikalis.

Langkah pemerintah sekarang dalam mengawasi dan menghabisi kaum Islamis lebih serius daripada sebelumnya. Oleh sebab itulah menteri agama kali ini diangkat Jokowi dari kalangan jenderal alumni densus yang sudah sangat hafal dengan gerak gerik aktivis Islam, baik yang level komunal maupun profesional.

 

About Redaksi Thayyibah

Redaktur