Breaking News

Perbedaan Anisositosis dan Poikilositosis

thayyibah.com :: Perbedaan anisositosis dan poikilositosis dimana keduanya merujuk pada abnormalitas kada sel darah merah pada tubuh kita. Kunci perbedaan keduanya dimana anisositosis merujuk pada kondisi pada sel darah merah dengan ukuran tidak sama, sedangkan poikilositosis merujuk pada kondisi dimana sel darah merah mempunyai bentuk yang berbeda.

Pada anisositosis, sel darh merah tidak sama ukurannya dibandingkan dengan ukuran normal. Pada poikilositsis, sel darah merah mempunyai bentuk yang berbeda dan bentuknya tidak bikonkaf sebagaimana eritrosit normal.

Persamaan anisotisis dan poikilositosis adalah keduanya berhubungan dengan abnormalitas pada sel darah merah. Keduanya dapat menyebabkan berbagai jenis anemia, serta keduanya diagnosis pemeriksaannya dengan pemeriksaan mikroskopik.

Perbedaan Anisositosis dan Poikilositosis

Apa itu Anisositosis

Anisositosis adalah kondisi penyakit pada sel darah merah dimana mempunyai perbedaan ukurannya. Sel darah merah tampak dengan ukuran tidak sama. Sel darah merah secara normal memiliki diameter sekitar 6.2-8.2 mikro meter. Ukuran sel darah merah bisa lebih besar, atau lebih kecil dari parameter normal. Penyebab anisositosis adalah anemia. Terdapat beberapa jenis anemia yang memicu anisositosis, yakni anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia megaloblastik, anemia pernisiosa dan thalasemia.

Penegakkan diagnosis anisositosis mudah yakni dengan analisis mikroskopik darah tepi dari individu. Selama pemeriskaan mikroskopik, sel darah merah bisa tampak lebih besar (makrositosis), lebih kecil (mikrositosis) atau keduanya, (ada yang besar dan ada yang kecil). Gejala dari penyakit ini adalah lemah lesu, kulit pucat, dan nafas cepat.

Apa itu Poikilositosis

Poikilositosis diamati ketika sel darah merah berbeda bentuknya karena abnormalias sel darah merah. Perbedaan ini meliputi bentuk sabit, burr, tetesan air mata, dan bentuk elips. Sel darah merah ini lebih datar dan mungkin terkandung penonjolan di permukaan selnya, serta berbeda dengan bentuk normalnya.

Baca Juga:  Perbedaan KAD dan HHS : Patofisiologi, Gejala dan Terapi

Pada anemia, poikilositosis dapat menyebabkan penyakit liver, penyakit sel darah turunan dan alkoholism. Poikilositosis didiagnosis melalui pmeriksaan mikroskipik sel darah merah. Jika bentuk abnormal diidentifikasi, melalui pemeriksaan langsung. Poikilositosisi juga menunjukkan defisiensi vitamin B12 dan asam folat. Beberapa tipe poikilositosis berdasarkan bentuk sel darah merah : spherosit, stromatosit (elips), condosit, leptosit dan sel sabit.

Tabel Perbedaan Anisositosis dan Poikilositosis

Anisositosis Poikilositosis
Pada anisositosis, sel darah merah memiliki ukuran tidak sama, dan dapat terlihat lebih besar atau lebih kecil Pada poikilositosis, sel darah merah memiliki bentuk sel abnormal. Mereka tidak memiliki bentuk standard.
Ukuran sel darah merah menjadi prediktor Bentuk sel darah merah menjadi prediktor
Tipenya mikrositosis dan makrositosis Tipenya adalah sperosit, stromatosit, kondosit, leptosit dan sel sabit.

Sumber: doktermuslim.com

About A Halia