Breaking News
Jeruk Nipis (foto : dietsehat)

Teori Jeruk Nipis*

Jeruk Nipis (foto : dietsehat)

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan Teori Jeruk Nipis

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning-kuningan. Lalu Jeruk tersebut kita potong jadi dua.Kemudian pegang salah satunya dan peraslah sampai air tetesan nya mengucur.

Apa yang anda rasakan? Asam bukan? Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.

Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang menelan air liur, saking asamnya betul?

Padahal jeruknya tidak ada. Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah. Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut Teori Jeruk Nipis.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan. Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan. Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah. Lalu kita berpikir yang aneh-aneh

Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop. Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi. Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.

Kita sebenarnya sedang “meneteskan jeruk nipis” dikehidupan kita. Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran. Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk. Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf. Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa. Secara fisik mereka sehat. Namun mereka hidup di dunia yang berbeda. Mereka menciptakan dunianya sendiri.

Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak. Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata, yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah mindset anda. Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”. Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100. Bayangkan sebuah proyek hotel dengan tinggi 100 lantai.

Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali. Dan pengerjaannya pun pasti lama. Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun.

Allah tidak iseng memberi kita masalah. Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat. Maka berhati-hatilah dengan pikiran. Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Berfikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita awet muda. Usia hanya angka, jiwa tetap semangat muda. Keep positive thinking.

فَأَثٰبَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنّٰتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذٰلِكَ جَزَآءُ الْمُحْسِنِينَ

“Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al Maidah : 85)

 

*Artikel ini dicopas dari WAG tanpa menyebut nama dan sumber artikel

About Redaksi Thayyibah

Redaktur