Breaking News

Minimarket Syariah KitaMart Mencapai Transaksi Terbesar Dalam Sehari

Thayyibah.com: Bogor. KITA MART kedua yang lahir dari spirit 212 itu terletak di Vila Nusa Indah, desa Bojong Kulur, kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah transaksi di hari pertama lebih dari Rp.43 juta,” kata koordinator KITA MART Bojong Kulur,” Puarman Kahar saat berada di KITA MART, Bojong Kulur, Bogor, Minggu (17/4).

Setelah bergelut lebih 4 bulan sejak Januari 2017 bersama dengan tim di MTW membinani kelahiran KITA MART, konsultasi panjang kepada banyak ahli bisnis, konglomerat Muslim, Pakar Branding dan Pakar Komunikasi Media, beberapa pemilik DC (Distribution Center) dan Konsultan Retail ternama, akhirnya KITA MART pertama lahir di wilayah Jati Asih, Bekasi, pada tanggal 29 Maret 2017.

Mengapa perasaan Ust.Valentino Dinsi terharu dengan KITA MART di Bojong Kulur?

Karena KITA MART di Jati Asih belum sesuai dengan model “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid” yang Saya kampanyekan secara konsisten sejak tiga tahun lalu karena hanya dimiliki oleh satu orang saja, yaitu Pak Didi (Seorang pegusaha properti) yang juga jama’ah aktif MTW (Majelis Ta’lim Wirausaha).

Tapi, KITA MART Bojong Kulur didirikan dan dimiliki hampir 600 orang. “KITA MART kami dimiliki oleh 572 investor yang tergabung dalam Koperasi Syariah Bojong Kulur. Pendirian KITA MART Bojong Kulur begitu cepat, yakni hasil musyawarah para aktivis masjid dan musholla se-Bojong Kulur 10 hari lalu. Kemudian digalang dana investasi 572 anggota masing-masing Rp 1 juta.” lanjut Puarman.

Itu yang membuat Ust.Valentino Dinsi terharu dan bangga, karena Model Ekonomi Berjama’ah dan “Membangun Ekonomi Ummat Berbasis Masjid” telah terwujud nyata di Bogor. Insya Allah model ini dapat menjadi contoh bagi bisnis-bisnis yang lainnya, yaitu sharing ekonomi “Dari Ummat, Oleh Ummat, dan Untuk Ummat.” Insya Allah KEBANGKITAN EKONOMI UMMAT akan terwujud.

Pendirian KITA MART Bojong Kulur memang fenomenal karena hanya didasarkan pada semangat menghidupkan ekonomi ummat Islam. Dihadiri 572 investor yang merupakan jamaah 70 Badan Kontak Masjid dan Musholla (BKM), Ustadz dari Papua Fadlan Garamatan, Kapolres Gunung Putri N. Hadiwijaya, anggota DPRD Kabupaten Bogor dan perangkat desa Bojong Kulur.

“Apakah KITA MART akan mematikan warung-warung tradisional sebagaimana yang Merah dan Biru ?” Pertanyaan tersebut kerap muncul setiap kali saya melakukan sosialisasi KITA MART.

“Insya Allah KITA MART tidak akan mematikan warung tradisional, bahkan akan memajukan warung tradisional. Selain KITA MART hanya akan didirikan minimal 500 meter dari warung tradisional, Kami juga akan meluncurkan WARUNG KITA dan melakukan re-branding kepada warung-warung tradisional dimana KITA MART akan berfungsi sebagai Supplier bagi warung-warung tersebut. Warung-warung tradisional akan di re-branding menjadi WARUNG KITA dan menjadi Jaringan KITA MART. Inilah wujud Ekonomi Berjama’ah !!

About Abu Fira Smart