Studi: Tweet Raja Salman Lebih Menggema Ketimbang Kicauan Trump

Tampilan akun Twitter Raja Salman dari Arab Saudi seperti yang diakses pada Rabu (31/5) di Jakarta (Twitter/@KingSalman/Suara.com).
Tampilan akun Twitter Raja Salman dari Arab Saudi seperti yang diakses pada Rabu (31/5) di Jakarta (Twitter/@KingSalman/Suara.com).

thayyibah.com :: – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat itu, mungkin saja sering mencuri perhatian dengan kicauannya yang kontroversial di media sosial Twitter. Tetapi itu bukan berarti suara Trump punya pengaruh lebih besar di dunia maya.

Menurut sebuah studi yang digelar oleh perusahaan kehumasan, Burson-Martsteller, tweet dari akun Twitter resmi Raja Salman, penguasa Arab Saudi, merupakan tweet yang paling banyak di-retweet dibandingkan dengan kicauan pimpinan negara lainnya, termasuk Trump.

Dalam studi bertajuk “Twiplomacy” dibeberkan bahwa Raja Salman hanya mengunggah 10 tweet selama periode April 2016-20 Mei 2017, tetapi satu kicauannya rata-rata di-retweet sebanyak lebih dari 147.000 kali.

Adapun tweet Trump rata-rata di-retweet sebanyak 13.000 kali.

“Raja Salman menulis hanya dalam bahasa Arab dan tanpa konten visual, tetapi setiap tweetnya selalu mencetak home run,” bunyi laporan yang menganalisis 858 akun Twitter dari pemimpin di 178 negara.

Tetapi jumlah retweet hanya satu indikator untuk menghitung pengaruh seorang pemimpin negara dalam media sosial. Menurut laporan itu, Trump diperkirakan akan menjadi pemimpin dunia dengan follower Twitter terbanyak di dunia pada Agustus mendatang.

Saat ini pemimpin dunia dengan follower terbanyak adalah Paus Fransiskus. Ia memiliki 33.716.301 follower.

Sementara Trump saat ini memiliki 3,5 juta follower, tetapi jumlah followernya naik 5,7 persen per bulan sejak masa kampanye pemilihan presiden AS sampai ketika ia dilantik pada awal tahun ini.

Di urutan ketiga ada Perdana Menteri India, Narendra Modi yang saat ini punya 30.058.659 follower. (AFP)

Sumber: suara.com

About A Halia