3 ibu curhat ke Neno Warisman. Dari kiri : penulis, HM Joesoef, Ikhwan Toni, Neno Warisman, Helwa Humaira, Umi Lathifah dan Lilik Herlina (Foto : Depri)

MENGAKU KORBAN INVESTASI YUSUF MANSUR, 3 IBU CURHAT KE NENO WARISMAN

3 ibu curhat ke Neno Warisman. Dari kiri : penulis, HM Joesoef, Ikhwan Toni, Neno Warisman, Helwa Humaira, Umi Lathifah dan Lilik Herlina (Foto : Depri)

Tiga ibu korban kebohongan investasi Yusuf Mansur yang kisahnya pernah ditayang di Thayyibah.com Sabtu (7/8) mendatangi Neno Warisaman. Ketiganya adalah Hilwa Humaira dari Sidoarjo, Jawa Timur, Umi Lathifah dari Solo, dan Lilik Herlina dari Boyolali, Jawa Tengah.

Ditemani penulis, HM. Joesoef wartawan senior yang selama ini mengamati sepak terjang bisnis Yusuf Mansur dan Ikhwan Toni kuasa hukum ketiga ibu tersebut.

Umi Lathifah adalah peserta investasi Patungan Usaha Hotel Siti.  ( https://thayyibah.com/2021/06/21/43660/umi-latifah-kepada-yusuf-mansur-kekaguman-berakhir-kecewa/ ). Tahun 2012 Umi mentransfer uang sebesar Rp10 juta ke rekening Yusuf Mansur. Umi tergiur dengan promo dan ajakan Yusuf Mansur untuk berinvestasi di apartemen dan hotel Siti yang berada di Tangerang. Banyak janji manis dan seribu satu keuntungan Yusuf Mansur yang disiarkan dalam ceramah subuh Anteve kala itu. Diantara janji manis Yusuf Mansur itu adalah, adanya pembagian hasil usaha sebesar 8 persen setiap tahun. Ada janji, boleh menginap 20 hari secara cuma-cuma dalam setiap tahun bagi peserta investasi. Ada juga janji transparansi menejemen dan laporan keuangan setiap bulan.

Hampir sepuluh tahun usia keikutsertaan Umi Lathifah dalam investasi Yusuf Mansur itu. Sayang, semua janji dan komitmen Yusuf Mansur itu hanya isapan jempol belaka. Upaya Umi Lathifah meminta kembali uang investasi itu kepada Yusuf Mansur juga membentur tembok.

Sama seperti Umi Lathifah, Lilik Herlina dari Boyolali juga punya kisaha yang sama dengan. ( https://thayyibah.com/2021/06/17/43615/lilik-herlina-saya-akan-menuntut-yusuf-mansur-karena-dia-berbohong-atasnama-islam/ ). Tahun 2012, Lilik berhenti sebagai buruh pabrik di Tangerang dan memutuskan pulang ke Boyolali. Uang pesangon pengunduran diri dari perusahaan yang memang tak besar itu dipakai Lilik untuk ikut investasi Patungan Usaha. Lilik menyetor Rp12 juta ke rekening Yusuf Mansur. Awalnya Lilik yakin, investasi bersama Yusuf Mansur akan aman dan usahanya dijalankan dengan amanah. Dengan demikian, keutungan finansial akan diperoleh. Sayang, mimpin Lilik itu terkhubur bersama jalannya waktu.

Lain halnya dengan Hilwa Humaira. Dia mengikuti aneka investasi dan sedekah yang ditawarkan Yusuf Mansur kala dia masih menjadi TKW di Hong Kong. ( https://thayyibah.com/2020/02/21/39386/sedekah-paksa-ala-yusuf-mansur/ ). Mula dari VSI (kini Paytren), investasi Condotel Moya Vidi, Nabung Tanah, Patungan Usaha juha Patungan Asset. Hilwa juga ikut bersedekah rutin kepada Yusuf Mansur.

Ketiga ibu rumah tangga ini sudah berniat memilih jalan hukum untuk menuntut  hak-hak mereka kepada Yusuf Mansur. Meski begitu ada terbersit rasa pesimis dari ketiga ibu rumah tangga ini. Pasalnya, beberapa kali Yusuf Mansur dipolisikan untuk masalah yang sama dengan mereka, ternyata dihentikan polisi.

Karena itu, dengan dengan harapan mendapat perhatian dari para pakar hukum, ketiga ibu ini merasa perlu “curhat” kepada Neno Warisman.

 

About Darso Arief

Darso Arief
Lahir di Papela, Pulau Rote, NTT. Alumni Pesantren Attaqwa, Ujungharapan, Bekasi. Karir jurnalistiknya dimulai dari Pos Kota Group dan Majalah Amanah. Tinggal di Bekasi, Jawa Barat.