Jangan Menunda Buka Puasa

w644 (20)

thayyibah.com :: Di antara hal yang dianjurkan saat puasa adalah menyegerakan waktu buka puasa.

Rasulullah bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Disebutkan dalam Al Fath, “Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling cepat dalam berbuka puasa dan paling lambat dalam makan sahur.” (Fathul Bari, 4: 199, dikeluarkan oleh ‘Abdur Rozaq dengan sanad shahih kata Ibnu Hajar)

Syaikh ‘Abdullah Al Fauzan berkata, “Hendaklah setiap muslim bersemangat mengamalkan sunnah ini, yaitu menyegerakan waktu berbuka. Ini bisa melakukannya dengan cara menyibukkan diri di sore hari dengan membaca Al Qur’an, berdzikir dan berdo’a. Janganlah pada saat itu ia keluar dari rumahnya kecuali dalam hal penting saja sehingga ia tidak luput dari banyak kebaikan. Jangan sampai ketika muadzin menyuarakan adzan sedangkan ia berada di jalan menuju rumahnya lalu luput darinya waktu berdo’a saat berbuka dan luput pula sunnah menyegerakan berbuka, wallahul musta’an.” (Minhatul ‘Allam, 5: 28)

MENUNDA BERBUKA PUASA

Salah satu kebiasaan orang Syiah, Yahudi dan Nasrani adalah mereka berbuka setelah betul-betul masuk waktu malam. Di saat awan merah di ufuk  telah menghilang dan bintang mulai terbit.

Rasulullah bersabda, “Agama Islam akan senantiasa menang, selama masyarakat (Islam) menyegerakan berbuka. Karena orang yahudi dan nasrani mengakhirkan waktu berbuka.” (HR. Ahmad: 9810, Abu Daud: 2353, Ibn Hibban: 3509 dan statusnya hasan)

Rasulullah bersabda, “Umatku akan senantiasa berada di atas fitrah, selama tidak menunda waktu maghrib sampai bintang-bintang mulai terbit.” (HR. Ahmad: 15717, Ibn Majah: 689, dan statusnya Hasan)

Imam Nawawi berkata, “Waktu maghrib itu segara setelah terbenamnya bulatan matahari. Inilah yang disepakati umat Islam. Adapun yang dikisahkan dari orang Syiah yang berbeda dengan ini, tidak perlu digubris dan itu tidak berdasar.” (Syarh Shahih Muslim, 5/136)

Judul full kajian: bahaya tasyabuh dalam islam

Oleh: Ustadz Ali Hasan Bawazier

About A Halia