Breaking News

Puasa Daud Istimewa, Kenapa?

puasa

thayyibah.com :: Melaksanakan puasa sepertinya kurang pas jika hanya yang wajib saja. Di mana hanya satu bulan dalam setahun pelaksanaannya. Sedang, kita menyadari bahwa diri kita ini adalah makhluk yang mempunyai nafsu. Dan nafsu jika tidak dikendalikan dengan puasa, maka bisa menimbulkan bahaya yang membuat diri kita jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh sebab itu, melaksanakan puasa sunnah menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Dan salah satu jenis puasa sunnah yang dianjurkan ialah puasa daud. Puasa yang satu ini adalah puasa yang paling istimewa. Mengapa?

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah ﷺ bersabda, “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari,” (HR. Bukhari).

Dari hadis tersebut kita mengetahui bahwa puasa Nabi Daud adalah puasa yang dicintai Allah. Nabi Daud berpuasa sehari dan berbuka sehari, terus menerus begitu sepanjang tahun. Nah, lantaran puasa ini merupakan puasa yang bisa dikatakan paling istimewa, tidak salah apabila Rasulullah ﷺ memuji dan menyukai puasa Daud ini, dan bahkan dianjurkan bagi siapapun umat Islam.

Untuk orang yang ingin melaksanakan puasa daud, maka hal yang harus dilakukan adalah benar-benar niat dan mampu untuk menjalankannya. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kemampuan diri untuk melaksanakan puasa sunnah yang satu ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah mengatakan, “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit ketika melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini sampai membuatnya meninggalkan amalan yang disyari’atkan lainnya. Begitu pula jangan sampai puasa ini membuatnya terhalangi untuk belajar ilmu agama. Karena ingat di samping puasa ini masih ada ibadah lainnya yang mesti dilakukan. Jika banyak melakukan puasa malah membuat jadi lemas, maka sudah sepantasnya tidak memperbanyak puasa. Wallahul Muwaffiq,” (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/470).

Jangan sampai puasa Daud ini justru membuat kita semakin lalai pada amalan lainnya yang lebih penting. Ketika seseorang memilih untuk puasa setiap hari tanpa henti, maka pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban.

Jangan terlalu berlebihan dalam melakukan sesuatu, sebab hal yang demikian dapat membuat seseorang menjadi malas dan kurang bersemangat ketika melaksanakan ibadah lainnya. Ingatlah bahwa sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya.

About A Halia