3 Tipe Cinta pada Manusia (Bag. 2)

heartta

thayyibah.com :: Tipe yang dua ini, sudah banyak kita jumpai di mana-mana. Orang berpacaran, dewasa kini sudah tidak malu-malu lagi, memamerkan perzinahan di tempat umum. Padahal, mereka tahu bahwa pacaran mengandung kecintaan yang berasal dari hawa nafsu semata.

Akan tetapi, tetap dijalankan. Entah, banyak alasan yang menudukung apa yang si pacaran ini mau, apalagi dizaman yang serba cepat ini. Mempermudah mereka melakukan maksiat dan perzinahan.

Ketiga, mereka yang memiliki maksud melakukan kemungkaran besar (zina). Maka, terkadang mereka termasuk orang-orang sesat yang mempercayai bahwa percintaan yang tidak ada persetubuhan di dalamnya adalah karena Allah, dan bahwasanya zina adalah maksiat.

Mereka juga berkata, “Kami berbuat sesuatu karena Allah, dan kami melaksanakan perintah selain perintah Allah.”

Terkadang mereka juga termasuk kelompok kedua yang menam-pakkan bahwa percintaan (mereka dengan lawan jenis) karena Allah, padahal mereka mengetahui bahwa yang diperintahkan adalah bukan demikian. Karena itu, mereka mengumpulkan antara dusta dan zina.

Dan dengan percintaan serta pemilikan kekasih tersebut, mereka ingin menandingi pernikahan, sebab antara dirinya dengan kekasihnya tersebut, terjadi pertemanan, perjodohan dan pergaulan yang menyamai dengan yang terjadi antara suami-istri, malahan terkadang dari sisi tehnik dan kuantitas hubungan (percintaan) melebihi suami-istri, atau terkadang kurang daripadanya.

Lalu, pertemanan di antara mereka terkadang menyerupai pertemanan dan persaudaraan yang terjadi antara dua orang yang saling ber-cinta dan bersaudara karena Allah, tetapi orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah, dan bahwa kecintaan dua orang yang mencintai karena Allah akan senantiasa bertambah kuat dan teguh, sedang kecintaan syaithaniyah tersebut akan berakhir dengan sebaliknya.

Dan kadang-kadang hubungan mereka (dalam percintaan) itu demikian dekat hingga mereka menamakannya pasangan suami-istri. Bahkan mereka berkata, “Si Fulan menikah dengan si Fulan.”

Demikian seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang mengolok-olok ayat-ayat Allah dan agama-Nya dari kalangan orang-orang fasik yang gila, lalu mereka yang hadir pun mengakui hal tersebut dan tertawa karenanya, mereka mengagumi pernikahan semacam itu.

Bahkan mungkin sebagian orang-orang zindik berkata, “Al-Amrad (anak muda yang belum tumbuh jenggotnya, sehingga tampak menarik seperti perempuan. Dan karena itu, di kalangan masyarakat Arab, laki-laki yang tidak memiliki jenggot dikenal sebagai laki-laki yang tidak jantan, tidak perkasa dan menyerupai wanita) adalah kekasih Allah, dan orang yang berjenggot adalah musuh Allah!” Dan mungkin, banyak anak muda yang mempercayai kebenaran hal tersebut, serta mempercayai bahwa itulah yang dimaksud dengan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka la menyeru, ‘Wahai jibril, sesungguhnya aku mencintai Fulan, karena itu cintailah dia!’,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Masya Allah, inginkah kita dicintai Allah SWT, dan disebut namanya di atas ‘Arsy-Nya. Sungguh bahagianya, jikalau kita mendapatkan cinta-Nya. Karena dengan cinta-Nya makan semua makhuk yang ada di muka bumi ini akan mencintai kita.

BERSAMBUNG

About A Halia