Ritual Malming Harus Dihapuskan

danbo-termenung

thayyibah.com :: Malam minggu diakui atau nggak, adalah malam yang banyak ditunggu kawula muda. Mulai dari yang belum punya pacar, sedang cari pacar sampe yang sudah punya pacar. Ya,malam minggu adalah jadwalnya nge date.

Itu fenomena umum yang udah terjadi dimana-mana. Tempat nge date pun juga bermacam-macam. Mulai dari yang kelas resto emperan sampe ke restoran beneran. Dan, ini fenomena baru, tempat pacaran favorit adalah jembatan. Iya, kalo di kota besar ada jembatan layang yang remang-remang, biasanya sambil bawa motor, duduk diatasnya.

Karena sudah terlanjur jadi ‘ritual’ muda-mudi, maka bagi sebagian yang lain, kalo malam minggu nggak punya jadwal nge date, pastinya akan merasa resah. Dari situlah mereka yang belum punya pacar, berjuang empatlima untuk bisa punya pacar pada malam minggu yang akan datang.

Ritual malam mingguan, tidak akan pernah muncul dan booming, kalo nggak ada aktivitas pacaran. Padahal pacaran itu sendiri dengan melihat aktivitas pacaran, mulai dari kenalan, pegangan, boncengan sampe yang lebih serem dari itu, dalam pandangan Islam terkategori ‘mendekati zina’.

Dan Allah sudah melarang itu dalam al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32.

Jadi Allah sudah memberikan ‘lampu merah’ pada zina dengan perkataan ‘jangan mendekati zina’.

Tapi lampu merah ini tidak diperhatikan oleh semua pihak, baik orang tua, anak mudanya sendiri, masyarakat juga, serta negara pula. Sehingga, karena semua kalangan kurang perhatian terhadap lampu merah ini, akhirnya terjadilah ‘kecelakaan’ dimana-mana. Mulai dari married by accident, aborsi, Aids, pelacuran, dan sebagainya.

Maka,kalo tadi ‘jangan mendekati zina’ diibaratkan lampu merah,nah malam minggu ini ‘lampu kuning’ yang harus jadi perhatian kita bersama.

Artinya, tidak mengapa memanfaatkan malam minggu, tapi hati-hati buat yang masih menjadikan malam minggu sebagai apel atau nge date akan kena semprit peluit, di hitung sebagai pelanggaran. Ya, pelanggaran hukum syariat, berupa larangan mendekati zina. Titik.

Oleh: TausiyahCinta

About A Halia