Ilustrasi Anak-Ayah

Beginilah Cara Rasulullah Mendidik Anak

Ilustrasi Anak-Ayah
Ilustrasi Anak-Ayah

 

thayyibah.com :: Cara Rasulullah Mendidik Anak sungguh patut kita contoh, Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai ayah begitu menginspirasi. Perilaku Nabi itu sangat kontras dengan kebiasaan bangsa Arab yang kaku dan keras. Nabi Muhammad mendatangkan situasi tempat tinggal dibalut kehangatan, pendidikan, kelembutan, serta cinta kasih. Sesaat, orang Arab lebih mengutamakan karisma. Pada saat itu, dalam masyarakat Arab tidak biasa seorang lelaki menunjukkan kasih sayang secara terbuka kepada anak.

Ketika melihat Nabi mencium putra-putrinya, mereka pernah heran. Aqra’ bin Habis, pemuka Bani Tamim mengaku, “Demi Allah, saya mempunyai 10 orang anak, namun tidak satu pun kuciumi di antara mereka. ” Nabi pun memandangnya dan berkata, “Barang siapa yang tidak mengasihi, ia tidak akan dikasihi. ” Tetapi, tidak berarti Rasulullah bersikap lunak menyangkut urusan agama. Usia dini bukan kendala untuk mengenalkan agama pada anak.

Satu hari, ketika Nabi sedang membagi-bagikan kurma sedekah, tiba-tiba Hasan mendekat lalu memungut sebutir kurma dan menyuapnya. Dengan cepat, Nabi menahan Hasan dan mengambil kurma dari ke-2 rahangnya. “Apa kamu tidak tahu kita ini ahlul bait yang tidak halal makan sedekah? ” kata Nabi kepada bocah itu.

Kawan baik dunia islam, bahkan Ketegasan dan sikap adil itu juga nampak ketika memperlakukan putri

tercintanya. “Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, pasti kupotong tangannya, ” ucap Nabi.

Pertautan Gadis kecil itu menangis terisak sambil membersihkan kotoran unta dibawah punggung ayahnya. Dikisahkan oleh Abdullah bin Masud, ketika itu Nabi tengah shalat di dekat Ka’bah. Abu Jahal dan rekan-rekannya duduk disana.

Salah satu dari mereka berkata, “Siapa diantara kalian yang ingin mengambil kotoran hewan sembelihan milik Bani Fulan untuk diletakkan di punggung Muhammad SAW saat sujud? ” Uqbah bin Abu Mu’ith, orang paling celaka diantara mereka, bangkit untuk jalankan usulan tersebut . Ia kembali membawa kotoran hewan dan menunggu. Ketika Rasulullah sujud, dia letakkan kotoran itu di pundak beliau. Kaum Quraisy tertawa terbahak-bahak melihatnya.

Yaitu Fatimah az- Zahra, putri kecil Muhammad, yang menangis mengetahui momen itu. Ia hampiri sang ayah dan membuang kotoran dari punggung beliau. Setelah itu, barulah Rasulullah bangun dari sujud. Kedewasaan dan rasa sayang Fatimah pada Rasulullah membuatnya dijuluki `Ummu Abiha’.

Setelah kepergian Khadijah, Fatimah juga yang membantu melakukan pekerjaan dirumah Rasulullah, mengurus sang ayah, dan mencurahkan segenap kasih sayang pada beliau. Peristiwa itu sekaligus menunjukkan eratnya pertautan antara seorang anak dan ayah. Ayah yang bersikap dingin bisa saja akan memperoleh rasa segan, tapi belum pasti rasa segan itu terlahir dari kasih sayang anak-anaknya. Sikap anak pada orang tua tidak lain cerminan dari sikap kita kepada orang tua kita selama ini. semoga menjadi pelajaran untuk kita.

Sumber: voamuslim.com

About A Halia