
Di atas panggung ceramah, di hadapan sorot kamera dan ribuan jamaah yang terbuai, nadanya naik-turun penuh emosi. Jam’an Nurchotib Mansur—pria yang lebih kita kenal sebagai Yusuf Mansur— selalu memainkan senjata andalannya, yakni membungkus klaim bisnis fantastis dengan jualan agama dan nasionalisme.
hacked by trenggalek6etar